Skip to main content

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KELUARGA DENGAN HIPERTENSI

 



KAMU DAPAT DOWNLOAD GRATIS






SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KELUARGA DENGAN HIPERTENSI

 

Pokok Bahasan             : Hipertensi

Sub Pokok Bahasan      : Diet Hipertensi

Hari dan Tanggal          : Senin, 13 Mei 2020

Waktu                           : 09.00

Tempat                          : Rumah Tn. S

 

A.    TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 × 45 menit, keluarga dapat memahami penyakit hipertensi.

 

B.     TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

      Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, Keluarga dan Tn. S dapat :
a.       Menjelaskan kembali pengertian hipertensi dengan bahasanya sendiri secara benar.

b.      Menyebutkan penyebab hipertensi dengan benar

c.       Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi dengan benar

d.      Menyebutkan kompikasi hipertensi

e.       Menyebutkan cara pencegahan dan penanganan hipertensi dengan benar

f.        Menyebutkan contoh makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi

C.    SASARAN

       Keluarga Tn. S dan Tn. S

 

D.    STRATEGI PELAKSANAAN

Hari dan Tanggal       :

Waktu                        :

Tempat                      : Rumah Tn. S

 

E.     METODE

Metode yang digunakan adalah:

a.       Ceramah

b.      Diskusi / tanya jawab

 

F.     MEDIA

Media yang digunakan adalah:

   a.      Leaflet

 

G.    KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

No

Tahap

Waktu

Kegiatan

Media

Penyuluh

Sasaran

1

Pembukaan

5 Menit

ü  Salam perkenalan

ü  Menjelaskan kontrak dan  tujuan pertemuan

ü  Menjawab salam

ü  Memperhatikan

 

2

Pelaksanaan

30 menit

Menjelaskan tentang:

ü Pengertian hipertensi

ü Penyebab hipertensi

ü Tanda dan gejala hipertensi

ü Komplikasi hipertensi

ü Pencegahan dan penanganan hipertensi

ü Contoh makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi

Membuka sesi pertanyaan

Diskusi dengan audience

ü Menyimak dan mendengarkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ü Mengajukan pertanyaan

ü Ikut berdiskusi dan mengajukan pendapat

Leaflet

3.

Penutup

10 menit

ü  Mengajukan pertanyaan pada audience

ü  Memberikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan

ü  Menyimpulkan materi

ü  Menutup acara dengan salam

ü  Menjawab pertanyaan

 

 

 

 

 

ü Menyimak

ü Menjawab salam

 

 

H.    EVALUASI

Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi diharapkan keluarga mampu menjawab pertanyaan:

a.       Jelaskan kembali pengertian hipertensi dengan bahasa Anda sendiri dengan benar!

b.      Sebutkan minimal 4 dari 7 penyebab hipertensi dengan benar!

c.       Sebutkan minimal 5 dari 8 tanda dan gejala hipertensi dengan benar!

d.      Sebutkan minimal 4 contoh makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertensi

e.       Sebutkan minimal 4 dari 8 penatalaksanaan hipertensi dengan baik

 

 

 

 

HIPERTENSI

 

A.    PENGERTIAN HIPERTENSI

Tekanan darah persisten dimana tekanan sistolik > 140 mmHg dan tekanan diastolik > 90 mmHg. Pada manula, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Brunner & Suddarth, 1996).

B.     PENYEBAB HIPERTENSI

Penyebab Hipertensi antara lain :

a.       Asupan garam yang tinggi

b.      Stres psikologis

c.       Faktor genetik (keturunan)

d.      Kurang olahraga/aktivitas fisik

e.       Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alkohol

f.        Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi

g.      Usia

C.    TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI

a.    Nyeri kepala/pusing

b.    Rasa pegal pada tengkuk

c.    Gemetar, tremor

d.    Sering marah – marah atau mudah tersinggung

e.    Detak jantung berdebar lebih cepat

f.     Tekanan darah lebih dari 140 / 90 mmHg

g.    Keringat berlebihan

h.    Gangguan penglihatan/mata berkunang-kunang

i.      Telinga berdenging

D.    KOMPLIKASI HIPERTENSI

a.       Serangan jantung / gagal jantung

b.      Stroke

c.       Gagal ginjal

d.      Sindrom metabolik 

e.       Ganggun memori

E.     PENCEGAHAN DAN PENANGANAN HIPERTENSI

a.         Periksakan tekanan darah secara teratur

b.         Diit

c.         Menghindari makanan yang berlemak

d.         Mengurangi asin atau garam yang berlebih

e.         Menjaga keseimbangan berat badan

f.          Hindari minum minuman keras (beralkohol) dan kurangi/hentikan merokok

g.          Istirahat yang cukup

h.          Hindari stres dengan latihan meditasi dan olahraga pernapasan

i.           Olahraga yang teratur, seperti aerobik, jalan kaki, bersepeda, atau berenang

j.           Taati petunjuk pemakian obat dari dokter

 

F.     JENIS MAKANAN YANG DIANJURKAN DAN YANG TIDAK DIANJURKAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI

Golongan bahan makanan

Makanan yang boleh diberikan

Makanan yang tidak boleh diberikan

Karbohidrat

Beras, kentang, singkong, terigu, makanan yang diolah tanpa garam seperti mie, biskuit, kue kering.

Roti biskuit dan makanan yang dimasak dengan garam dapur

Protein hewani

Daging, ikan, telur, dan susu

Ikan asin, keju, kornet, telur asin, pindang dendeng, udang

Protein nabati

Semua kacang-kacangan yang diolah tanpa garam dapur

Kacang tanah dan semua kacang yang dimasak dengan garam dapur

Sayuran

Semua sayuran segar dan sayuran yang diawetkan tanpa garam

Sayuran yang diawetkan dengan garam seperti: sayuran kaleng, asinan

Buah-buahan

Semua buah-buahan segar dan diawetkan tanpa garam dan soda

Durian & buah-buahan yang diwetkan dengan garam dan soda

Lemak

Minyak margarin dan mentega tanpa garam

Margarin dan mentega biasa

Bumbu

Semua bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dapur

Garam dapur, soda, vetsin dan bumbu yang mengandung garam dapur, kecap asin, terasi, tauco

Minuman

Air putih

Kopi dan coklat

 

Contoh Diet bagi Penderita Hipertensi

·      Diet Rendah Garam I

Dalam pemasakan tidak ditambahkan garam dapur sama sekali, makanan ini diberikan pada penderita hipertensi berat (diastol > 114 mmHg). Contoh menu:

Pagi :

Nasi

1 gelas belimbing (70 gr)

Telur  

1 butir (50 gr)

Sayuran

½ gls belimbing (50 gr)

Minyak

½ sdk makan (5 gr)

Gula pasir

1 sdk makan (10 gr)

 Siang dan Sore :

Nasi

2 gelas belimbing (140 gr)

Daging

2 potong (50 gr)

Sayuran

¼ gls (75 gr)

Buah

1 buah pisang (75 gr)

Minyak

1 sdk makan (10 gr)


·      Diet Rendah Garam II

Pemberian makan sehari sama dengan diet rendah garam I, dalam pemasakan dibolehkan menggunakan ¼ sendok teh garam dapur. Makanan ini diberikan pada penderita hipertensi sedang (diastol 100 – 114 mmHg). Contoh menu:

Pagi

Nasi, telur dadar, tumis kacang panjang, sayur lodeh, papaya

Siang

Nasi, ikan acar, telur, bacem, pisang

Sore

Nasi, daging, tempe kering, sayur

 

 

 

·      Diet Rendah Garam III

Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I, dalam pemasakannya boleh diberikan ½ sendok teh garam dapur. Makanan ini diberikan pada penderita hipertensi ringan (diastol < 100 mmHg).

Untuk mempertinggi cita rasa dapat digunakan gula, cuka, bawang merah/ bawang putih, jahe, kunyit dan salam.

Makanan yang dikukus, ditumis, digoreng, atau dipanggang lebih enak daripada direbus.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Brunner & Suddarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth. Diterjemahkan oleh Agung Waluyo, dkk. 2001. Jakarta: EGC.

Carpenito, L.J. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 8. Diterjemahkan oleh Monica Ester, SKp. Jakarta: EGC.

Effendy, N. 1998. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2.  Jakarta: EGC.

http://www.scribd.com/doc/100729299/SAP-Hipertensi-Keluarga

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Laporan EVIDENCE BASED PRACTICE (EBP) Kep. Gerontik

LAPORAN EVIDENCE BASED PRACTICE (EBP) KEPERAWATAN GERONTIK   EFEKTIVITAS TEHNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH   PADA NY. S DI DESA LEDOK   ARGOMULYO, SALATIGA   Nama Mahasiswa        : xxxx NIM                             :   xxx   1.    Latar Belakang    Lansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia, yaitu bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat disadari dan akan di alami oleh setiap individu (Azizah, 2011). Proses menua merupakan proses yang berlanjut secara alamiah, dimulai sejak lahir dan pada umumnya dialami pada semua makhluk hidup (Nugroho, 2008). P enyakit degeneratif pada lansia yang disebabkan oleh penurunan fung si adalah diabetes mellitus dan hiper tensi (Subroto, 2006). Penyakit tersebut akan dapat mengganggu...

LAPORAN PENDAHULUAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

KAMU DAPAT DOWNLOAD GRATIS LAPORAN PENDAHULUAN  .DOCX PATHWAY  .DOCX LAPORAN PENDAHULUAN DBD  KONSEP DASAR 1.     Pengertian Demam berdarah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue (arbovirus) yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (Suriadi, 2006 : 57). Menurut (Nelson, 2000, Vol 2 : 1134) Demam berdarah adalah suatu penyakit demam berat yang sering mematikan, disebabkan oleh virus, ditandai oleh permeabilitas kapiler, kelainan hemostaksis dan pada kasus berat, sindrom syok kehilangan protein.  Sedangkan menurut (Rasyid, 2012 : 3) Demam berdarah dengue (DBD), adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan atau nyeri sendi yang disertai penurunan dari sel darah putih, adanya bercak kemerahan  di kulit, pembesaran kelenjar getah bening, penurunan jumlah trombosit dan kondisi terberat adalah perdarahan dari hampir seluruh ja...

LAPORAN PENDAHULUAN DYSPNEA

  LAPORAN PENDAHULUAN DYSPNEA A.     DEFINISI Dyspnea atau sesak nafas adalah perasaan sulit bernapas yang terjadi ketika melakukan aktivitas fisik. Sesak napas merupakan gejala dari beberapa penyakit dan dapat bersifat akut atau kronis. Sesak napas dikenal juga dengan istilah “Shortness Of Breath”. Dyspnea atau sesak nafas di bedakan menjadi 2 yaitu :                                                                                                        ...